Perenungan yang
kesekian kalinya kulakukan hingga mencapai puncak kesadaranku. Perlulah kusadari
bahwa memang pengorbanan yang sesuai akan menghasilkan apa yang kuinginkan. Namun
tidak menutup kemungkinan bahwa pengorbanan lebih kecil daripada hasilnya atau
juga sebaliknya. Kurasakan tulang-tulangku merasakan linu saat kembali
kutersadar oleh dinginnnya malam di warung kopi. Seduhan kopi yang semula panas
kini terasa air hujan tiada rasa.
Duhai malam
kenapa engkau membangkitkan memoriku disaat aku terperanjat kalut seperti ini,
engkeu pastinya dengan sengaja agar aku semakin tersiksa batin.
