Selasa, 01 November 2011

KAU ISTERIKU, AKU SEDANG CEMBURU

          Sore tadi aku melihatmu sedang bercengkerama dengan seorang pria duduk di warung kopi dengan riangnya. Aku dari kejauhan lantas menjauhkan diri dari keramaian. Aku melangkah dengan kepala tertunduk lesu.
          Ketika kau sampai di rumah hampir pukul sepuluh malam. aku menantimu di ranjang kita yang penuh kemesraan. kau mandi. setelah itu kau menghampiriku yang terkapar di sana dengan lemas tak bergairah. kau mengatakan "aku mencatimu". "akupun demikian". aku bertanya, "seharian kau kemana saja". aku melanjutkan "aku melihatmu". "aku bertemu dengan bekas pacarku sewaktu di perkuliahan" kau menjelaskan dan berucap "apa kamu cemburu? aku tadi ditraktir minum kopi susu di tempat
favorit kita. "apa kamu cemburu?", tanyamu kembali. "aku tidak cemburu, namun aku tahu kau sedang merajut kenangan dengannya". "sudah lupakan tentang itu, dan aku tidak merasakan apa-apa di hati ini". "benarkah, kalau begitu malam ini akan kulayani kau dengan segenap cintaku. gaulilah aku cintaku, sayangku, suamiku". "aku telah siap melayani hingga kau terpuaskan". "sayang, malam ini aku sedang tidak sehat dan tidak dapat menuntaskan hasrat itu, mungkin tuhan akan memaafkan ketidakmampuanku malam ini". "sudahlah, tidak mengapa jika kau tidak bisa melakukannya",ucapmu. aku dengan mata berbinar-binar, dan senyuman manjaku menatapmu dalam-dalam. hingga aku memberikan kecupan kasih sayang di keningmu. "aku ingin memelukmu malam ini hingga pagi menjelang",pintamu. "aku memberikan itu tapi sebentar saja". "mengapa? kan kau tidak cemburu dengan hal itu". "tidak sayangku, sama sekali tidak cintaku isteriku". "namun kali ini aku ingin meneduhkan diri dan di kamar ini, mungkin aku akan bercengkerama, dan aku ingin mencurahkan perasaanku kepada-Nya, isteriku".
"sayangku, malam ini. aku bukan untukmu".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar